Kamis, 04 Oktober 2012

Windows, Linux dan Mac OS

Dari berbagai Sistem Operasi yang ada saat ini, windows, macintosh dan Linux adalah Sistem Operasi yang paling banyak penggunanya, dan pada saat ini kita akan coba untuk melihat perbedaan ke Tiga Sistem Operasi tersebut.
  1. Konfigurasi
    Windows : hampir semua konfigurasi terdapat pada suatu data binary yang terdapat di file C:\Document and settings\\ntuser.dat dan untuk membacanya digunakan program registry editor
    Linux : konfigurasi disimpan berupa file teks baik berupa nama tanpa ekstensi ataupun berekstensi .conf yang terdapat di folder /etc ataupun /var
    Mac OS X: konfigurasi sistem berupa file XML dengan ekstensi .plist dan biasanya bernama awalan com.
  2. program binari dan library
Windows : berupa file dengan ekstensi .exe dan library program pada windows berupa file dengan ekstensi .dll (dynamic link library)
Linux : berupa file ELF tanpa ekstensi ataupun script shell. berupa file ELF dengan ekstensi.
Mac OS X: berupa binari terenkripsi berekstensi .app
  1. Segi File System
Windows : menggunakan FAT, FAT32, ataupun NTFS dan yang terbaru exFAT, namun exFAT belum umum digunakan
Linux : umumnya menggunakan ext2, ext3, dan terbaru ext4 ataupun reiserFS, XFS
Mac OS X : menggunakan HFS dan HFS+
Windows dan Linux bisa beroperasi di hampir semua pabrikan computer
Mac OS hanya bisa broperasi pada pabrikan Apple
  1. Tahapan Booting
Windows : mula-mula Bootloader mencek file boot di partisi C:\ lalu akan meload ntdetect.com dan ntloader, setelah itu meload kernel32.dll dan semua driver yang berekstensi .sys, kemudian meload service dan pustaka program yang diperlukan kemudian menjalankan winlogonui.dll dan terakhir explorer.exe
Linux : Bootloader akan mencek konfigurasi bootloader dimana partisi root berada barulah meload kernel, kernel kemudian melakukan probing hardware dan setelah probing selesai, linux akan menjalankan service dasar udev untuk membuat file device hasil probing dan meload driver yang sesuai hardware baik driver yang tertanam di image kernel ataupun yang berupa modul. setelah itu menjalankan service secara background barulah menjalankan mode GUI melalui service GDM atau KDM dan meload X11 dan menjalankan Desktop session.
Mac OS X : Bootloader akan meload kernel dan meload seluruh ekstensi kernel yang berekstensi .kext, setelah itu akan dilakukan probing hardware yang terdapat di PC/laptop dengan mendumping info DSDT dari BIOS motherboard, setelah itu membuat file device hasil probing DSDT dan melakukan pengenalan hardawre melalui srvice IOREG barulah dijalankan program decrypter file binary untuk bisa meload driver dan menjalankan binari program baik service ataupun program lainnya, setelah semua service dijalankan maka akan dijalankan mode GUI dan barulah OS masuk mode GUI dan menjalankan program yang diperlukan saat startup.


Semoga Bermanfaat. . ^_^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar