Kamis, 04 Oktober 2012

UNIX dan LINUX

UNIX dan LINUX


merupakan dua jenis sistem operasi yang dapat dianggap serupa jika dilihat dari sudut pandang pengguna, namun pada dasarnya kedua sistem operasi ini berbeda. Kernel kedua sistem operasi ini memiliki struktur yang berbeda dan juga membutuhkan device driver yang berbeda. Sistem operasi Linux merupakan software yang benar-benar bersifat open source, sementara implementasi UNIX tidak demikian.
Sistem operasi UNIX asli dikembangkan oleh AT&T (American Telephone and Telegraph Company) pada tahun 1969. Pada tahun 70-an, AT&T melisensi sistem operasi dan source code ini pada banyak perusahaan komersil, pemerintah Amerika Serikat dan juga institusi pendidikan. Banyak variasi yang telah dikembangkan di luar AT&T, sebagian reaksi dari peningkatan kontrol perusahaan dan juga peningkatan biaya lisensi.
Sebagian besar implementasi UNIX tidak bersifat open source, yang merupakan perbedaan utama di antara UNIX dan Linux. UNIX seringkali dijual dengan lisensi terbatas yang menyertakan biaya yang cukup mahal per pengguna (per user) atau per situs (per site). Kebalikannya, sistem operasi Linux didistribusikan secara bebas beserta source code-nya di bawah lisensi GNU General Public License (GPL).
Di sisi lain, kernel Linux dibuat oleh Linus Torvalds, dan didistribusikan di bawah lisensi GNU GPL. Kernel Linux secara umum lebih kecil dan lebih efisien dibandingkan dengan sebagian besar kernel UNIX, didesain sedari nol untuk sangat menyerupai UNIX. Walau begitu, device driver, file system dan bagian sistem operasi lainnya cukup berbeda. Oleh karena itu, sistem operasi UNIX dan Linux akan membutuhkan driver berbeda, dan tidak dapat saling kompatibel satu sama lain.
Semoga bermanfaat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar